Saat semua orang merasa prihatin dengan kondisi bangsa kita, terutama bila meilhat karakter orang yang ditokohkan di negara ini, dengan tiba-tiba semua orang memberikan perhatian yang besar pada dunia pendidikan. Pendidikan dianggap tidak memberikan kontribusi penumbuhan sikap dan moral. Dari kondisi ini muncullah ide untuk mencetuskan 'pendidikan karakter'. Sebuah kata ajaib yang seolah akan menyelesaikan permasalahan bangsa ini. Namun, sekali lagi seperti banyak jargon yang sudah biasa membunga di negeri ini, pendidikan karakter sebenarnya sukar untuk ditembak, dimana dia akan bersemi dan berakar.

Bagi para pendidik IPA sering kita merasa bahwa karakter seolah-olah 'ada di sana (out there)', dan kita harus memaksakan diri untuk memasukkannya ke dalam pembelajaran kita. Jujur, anti korupsi, menjaga amanah, santun - bagaimana semua itu digabungkan dengan konsep mol, laju reaksi, ataupun reaksi redoks? Padahal jelmaan yang umum dilaksanakan dari karakter tersebut, yang kebetulan sedang di kembangkan di dunia pendidikan, adalah KANTIN KEJUJURAN. ????

Akankan kita sebagai pendidik kimia ikut memberi alasan yang dipaksakan seperti: dalam persamaan reaksi redoks tidak ada yang dihilangkan atau ditambahkan oleh karenanya harus senantiasa jujur dan tidak boleh korupsi. Memang benar! Tetapi akankan sedatar dan senaif itu karakter jujur dan anti korupsi tertanam? Atau mungkin kita akan menyerah dan berkata "itu adalah tugas guru PKn dan Agama" dan mungkin ditambah dengan guru mulok anti korupsi.

Hal yang sering dilupakan adalah bahwa sains tidak hanya mentransfer fakta. Dalam belajar sains sesungguhnya kita juga belajar nilai, sikap dan proses sains. Pun, dalam standar isi sebenarnya telah digariskan tegas bahwa tujuan untuk memahami semua fakta kimia (Catat!: BUKAN dihafal) hanyalah satu dari lima tujuan yang ada. Sayangnya ini semua memang terlalu lama tertutup oleh keharusan pemenuhan tercapainya kelulusan 100% Ujian Nasional yang notabene adalah ujian hafalan fakta! Akhirnya ke bagian hafalan fakta sajalah semua proses pembelajaran bermuara. Kita tidak lagi merasa aneh denga kenyataan bahwa bagaimana bisa satu tujuan mengalahkan 4 tujuan yang lain. Dan saat akibat pengabaian tujuan lain itu dirasakan, kita menjadi sangat bingung dengan lingkaran setan untuk saling menyalahkan.

Jadi, sekali lagi apa yang ingin ditekankan di sini adalah,pembelajaran karakter tidak hanya ada di luar sana tetapi telah ada dalam pembelajaran sains kita. Di mana? Bagaimana?

Di dalam situs inilah kita akan bersama berdiskusi tentang hal tersebut dari mulai apa itu inkuiri, bagaimana menerapkannya, hingga contoh penerapannya. Semoga situs ini akan menjadi ajang kita berefleksi untuk menjadi pendidik kimia yang bukan sekedar biasa saja..