<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.7.2" -->
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
    <channel>
        <atom:link href="http://untukgurukimiaku.yolasite.com/refleksi-kita.rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
        <title>refleksi-kita</title>
        <description>refleksi-kita</description>
        <link>http://untukgurukimiaku.yolasite.com/refleksi-kita.php</link>
        <lastBuildDate>Sat, 13 Jun 2026 03:57:45 +0100</lastBuildDate>
        <generator>FeedCreator 1.7.2</generator>
        <item>
            <title>Berbagi dan Berdiskusi</title>
            <link>http://untukgurukimiaku.yolasite.com/refleksi-kita/berbagi-dan-berdiskusi</link>
            <description>&lt;a class=&quot;&quot; title=&quot;&quot; href=&quot;http://untukgurukimiaku.yolasite.com/koloid.php&quot;&gt;&lt;/a&gt;Telah lama memimpikan tempat berdiskusi tentang fenomena - fenomena alam terkait dengan konsep-konsep kimia terutama untuk pembelajarannya di kelas. Tak bisa dipungkiri memang, kemenarikan kimia justru terletak dari peristiwa-peristiwa yang atraktif. Tidak harus yang komplek, bisa saja sederhana tapi memiliki perubahan yang mengikat mata kita dan hati kita sampai taksadar kita berkata &quot;apa yang sebenarnya terjadi pada peristiwa itu?&quot;.&lt;br&gt;Mudah saja, misalnya seperti yang kita lihat pada demonstrasi &quot;warna susu&quot;. Apa yang terjadi di dalamnya? Bagaimana ini dibawa ke hadapan anak didik kita yang mungkin sudah mulai jenuh dengan pembelajaran kita. Dan masih banyak lagi.&lt;br&gt;Apalagi dengan kemajuan teknologi internet, hampir semua peristiwa di dunia ini terdokumentasikan dengan baik dan dapat dilihat oleh banyak orang di tempat penyedia simpanan video bebas semacam www.youtube.com. Ini akan menjadikan sumber belajar yang menarik semakin takterhingga. Menjadikannya sumber pembelajaran memang perlu analisis dengan jeli untuk itu berdiskusi, berbagi pakai akan sangat membantu kita mempersiapkannya dengan lebih baik.&lt;br&gt;Website ini dirancang sebagai sumber pembelajaran yang diintegrasikan dalam MUVE. Dalam MUVE ini nantinya sesiapa yang tertarik dengan pembelajaran kimia menggunakan demonstrasi - baik langsung maupun taklangsung (berupa demo) dapat berdiskusi dan berbagi pakai, atau menggunakannya sebagai tempat untuk belajar sambil berinkuiri.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br&gt;</description>
            <pubDate>Thu, 29 Sep 2011 05:18:12 +0100</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Pendidikan Karakter dan Pembelajaran Kimia</title>
            <link>http://untukgurukimiaku.yolasite.com/refleksi-kita/pendidikan-karakter-dan-pembelajaran-kimia</link>
            <description>&lt;p&gt;Saat semua orang merasa prihatin dengan kondisi bangsa kita, terutama
 bila meilhat karakter orang yang ditokohkan di negara ini, dengan 
tiba-tiba semua orang memberikan perhatian yang besar pada dunia 
pendidikan. Pendidikan dianggap tidak memberikan kontribusi penumbuhan 
sikap dan moral. Dari kondisi ini muncullah ide untuk mencetuskan 
'pendidikan karakter'. Sebuah kata ajaib yang seolah akan menyelesaikan 
permasalahan bangsa ini. Namun, sekali lagi seperti banyak jargon yang 
sudah biasa membunga di negeri ini, pendidikan karakter sebenarnya sukar
 untuk ditembak, dimana dia akan bersemi dan berakar. &lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi 
para pendidik IPA sering kita merasa bahwa karakter seolah-olah 'ada di 
sana (out there)', dan kita harus memaksakan diri untuk memasukkannya ke
 dalam pembelajaran kita. Jujur, anti korupsi, menjaga amanah, santun - 
bagaimana semua itu digabungkan dengan konsep mol, laju reaksi, ataupun 
reaksi redoks? Padahal jelmaan yang umum dilaksanakan dari karakter 
tersebut, yang kebetulan sedang di kembangkan di dunia pendidikan, 
adalah KANTIN KEJUJURAN. ????&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akankan kita sebagai pendidik kimia 
ikut memberi alasan yang dipaksakan seperti: dalam persamaan reaksi 
redoks tidak ada yang dihilangkan atau ditambahkan oleh karenanya harus 
senantiasa jujur dan tidak boleh korupsi. Memang benar! Tetapi akankan 
sedatar dan senaif itu karakter jujur dan anti korupsi tertanam? Atau 
mungkin kita akan menyerah dan berkata &quot;itu adalah tugas guru PKn dan 
Agama&quot; dan mungkin ditambah dengan guru mulok anti korupsi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal 
yang sering dilupakan adalah bahwa sains tidak hanya mentransfer fakta. 
Dalam belajar sains sesungguhnya kita juga belajar nilai, sikap dan 
proses sains. Pun, dalam standar isi sebenarnya telah digariskan tegas 
bahwa tujuan untuk memahami semua fakta kimia (Catat!: BUKAN dihafal) 
hanyalah satu dari lima tujuan yang ada. Sayangnya ini semua memang 
terlalu lama tertutup oleh keharusan 
pemenuhan tercapainya kelulusan 100% Ujian Nasional yang notabene adalah
 ujian hafalan fakta! Akhirnya ke bagian hafalan fakta sajalah semua 
proses pembelajaran bermuara. Kita tidak lagi merasa aneh denga 
kenyataan bahwa bagaimana bisa satu tujuan mengalahkan 4 tujuan yang 
lain. Dan saat akibat pengabaian tujuan lain itu dirasakan, kita menjadi
 sangat bingung dengan lingkaran setan untuk saling menyalahkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi,
 sekali lagi apa yang ingin ditekankan di sini adalah,pembelajaran 
karakter tidak hanya ada di luar sana tetapi telah ada dalam 
pembelajaran sains kita. Di mana? Bagaimana?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di dalam situs inilah
 kita akan bersama berdiskusi tentang hal tersebut dari mulai apa itu 
inkuiri, bagaimana menerapkannya, hingga contoh penerapannya. Semoga 
situs ini akan menjadi ajang kita berefleksi untuk menjadi pendidik 
kimia yang bukan sekedar biasa saja..&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/p&gt;</description>
            <pubDate>Sat, 13 Aug 2011 17:12:12 +0100</pubDate>
        </item>
    </channel>
</rss>
