Apa dan Mengapa Inkuiri
Dalam dekade terakhir ini, inkuiri telah banyak menjadi focus dalam pembelajaran kimia dan penelitian di bidang pembelajaran kimia di berbagai negara (Liu, Lee & Linn, 2010; Rens, Pilot & van der Schee, 2010; Yager & Akcay, 2010 ). Istilah inkuiri menjadi jamak ditemukan dalam kedua proses tersebut. Inkuiri bahkan menjadi tujuan pembelajaran kimia di Indonesia (lampiran Permen No 22 Tahun 2006). Inkuiri sering dideskripsikan sebagai proses mengidentifikasi masalah dan merumuskan masalah, mendesain dan merencanakan investigasi, mengumpulkan dan menganalisisi data, menyimpulkan hasil, menghasilkan kesimpulan, dan mengkomunikasikan hasil penelitian atau penyelidikan ini (Lunetta, Hofstein, & Clough, 2007). Inkuiri sendiri dapat didefinisikan sebagai pendekatan pembelajaran, kegiatan yang digunakan ilmuwan saat melakukan proses sains, dan cara yang berkaitan dengan makna sains sebenarnya (Yager & Akcay, 2010). Inkuiri
memiliki lima ciri, yaitu pebelajar: 1) terlibat dengan
pertanyaan ilmiah, 2) menghargai bukti, 3) merumuskan penjelasan berdasarkan
bukti, 4) mengevaluasi penjelasan, dan 5) mengkomunikasikan dan menentukan
penjelasan yang disampaikannya. Berdasarkan keterlibatan siswa
dalam melakukan inkuiri, inkuiri terbagi dalam empat tingkat, yaitu inkuiri
konfirmasi, terstruktur, terbimbing, dan terbuka (Gengarelly & Abrams,
2009; Blanchard, et.al, 2010). Pada inkuiri konfirmasi, guru memberikan
pertanyaan untuk dicari jawabannya sekaligus juga memberikan metode pengumpulan
dan interpretasi datanya. Inkuiri terstruktur memberikan kesempatan pada siswa
untuk menginterpretasikan hasilnya, akan tetapi pertanyaan dan cara pengumpulan
data diberikan oleh guru. Pada inkuiri terbimbing, guru hanya memberikan
pertanyaan pada siswa untuk diselidiki, cara penyelidikan dan interpretasi data
dilakukan oleh siswa. Inkuiri terbuka memberikan kesempatan lebih luas untuk
siswa untuk mengajukan pertanyaan, mengembangkan metode penyelidikan dan
menginterpretasikan datanya. Peningkatan kemampuan inkuiri dapat dilakukan dengan pembelajaran berpendekatan inkuiri (Minner, Levy & Century, 2009). Pendekatan ini dapat dilakukan dalam pembelajaran di kelas (Yeung, 2009) melalui refleksi ( Moseley & Ramsey, 2008) dan di laboratorium (Cacciatore & Sevian, 2006, Blanchard et.al, 2010, Maurer, Bukowski, Monachery & Zatorsky, 2010) maupun berbantuan teknologi (Lee, Linn, Varma & Liu, 2009; Barnea, Dori & Hofstein, 2010). Pendekatan inkuiri sendiri terbukti memang meningkatkan penguasaan konsep, keterampilan proses siswa, dan aplikasi konsep dan keterampilan tersebut (Yager & Akcay, 2010), bahkan tetap efektif untuk kelas dengan perbedaan pengetahuan awal dan kemampuan membaca (Wang, Wang, Tai & Chen, 2009)
| Ada banyak pattern langkah inkuiry yang dapat dipelajari dari beberapa link berikut ini. Klik link untuk mempelajari lebih lanjut http://www.valrc.org/publications/gedasproject/getting_started.htm ![]() ![]() |

