Ikatan Kimia
Di alam unsur-unsur jarang sekali ditemukan dalam keadaan bebas unsur-unsur ini umumnya berada dalam bentuk ikatan dengan unsur lain dalam ikatan kimia. Hal ini karena unsur-unsur tidak stabil dalam keadaan bebasnya. Secara alami, unsur-unsur membentuk keadaan stabil dengan mencapai keadaan di mana energinya terendah. Setiap atom berusaha menyusun elektronnya sedemikian rupa sehingga mencapai keadaan energi terendah. Energi itu tercapai dengan berikatan dengan unsur lain dalam suatu ikatan yang dinamakan ikatan kimia. Ikatan kimia dapat digolongkan menjadi beberapa jenis di antaranya adalah: a) Ikatan Ion Ikatan ion merupakan ikatan kimia yang terjadi antara ion positif dan ion negatif dengan gaya tarik elektronitas. b) Ikatan Kovalen Ikatan kovalen adalah ikatan antara atom berdasarkan pemakaian elektron bersama. Selanjutnya, ikatan kovalen dibedakan menjadi: (1) Ikatan kovalen tunggal, yaitu jika elektron yang digunakan bersama hanya satu pasang elektron. (2) Ikatan kovalen rangkap dua, yaitu jika elektron yang digunakan bersama hanya dua pasang elektron. (3) Ikatan kovalen rangkap tiga, yaitu jika elektron yang digunakan bersama hanya tiga pasang elektron. (4) Ikatan kovalen polar, yaitu jika pasangan elektron yang digunakan bersama lebih tertarik ke salah satu atom/gugus atom. (5) Ikatan kovalen nonpolar, yaitu jika pasangan elektron yang digunakan bersama berasal dari atom yang sama sehingga memiliki elektronegativitas yang sama. (6) Ikatan kovalen koordinasi, ikatan kovalen yang terbentuk bila penggunaan elektron bersama berasal dari salah satu atom yang berikatan. c) Ikatan Logam Unsur-unsur logam seperti besi, tembaga, dan emas memiliki sifat khas yang umumnya merupakan zat padat pada suhu kamar. Hal itu memperlihatkan betapa kuatnya gaya yang mempersatukan atom-atom dalam logam. Sistem ikatan khas logam itu kemudian dikenal sebagai ikatan logam. Ikatan itu sangat kuat dan sukar untuk diputuskan sehingga titik leleh dan titik didihnya sangat tinggi. Akibatnya, daya hantar panas dan kelistrikannya juga sangat tinggi karena elektron-elektron terluarnya bergerak bebas. |