Koloid
Konsep sistem koloid merupakan materi kelas XI semester genap. Adapun standar kompetensinya yaitu menjelaskan sistem dan sifat koloid serta penerapannya pada kehidupan sehari-hari, sedangkan kompetensi dasarnya adalah membuat berbagai macam koloid dengan bahan-bahan yang ada di sekitar dan mengelompokkan sifat-sifat koloid dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Materi-materi yang disampaikan dalam pembelajaran untuk konsep ini adalah sistem koloid dan jenisnya, sifat-sifat koloid, dan pembuatan koloid, dengan penjelasan sebagai berikut. Bila kita perhatikan susu, kanji, cat, tinta, dan pasta gigi, maka zat-zat tersebut bukan merupakan campuran yang homogen, melainkan suatu sistem yang disebut koloid. Jika suatu zat A dilarutkan ke dalam pelarut B sehingga zat A pecah menjadi zat-zat kecil, maka akan diperoleh suatu larutan. Peristiwa bercampurnya dua zat tersebut dinamakan sistem dispersi. Zat A disebut sistem terdispersi sedangkan zat B sebagai dispergen (medium pendispersi). Berdasarkan ukuran partikel zat terdispersinya, sistem dispersi dibedakan atas suspensi, larutan sejati, dan koloid. Suspensi yaitu suatu campuran heterogen yang terdiri atas partikel-partikel kecil padat dalam suatu cairan yang bila dibiarkan akan mengendap ke bawah. Contoh: campuran tanah liat dalam air. Larutan merupakan campuran homogen. Partikel-partikel yang sangat kecil tetap tersebar merata biarpun didiamkan dalam waktu lama. Contoh: larutan NaCl. Berdasarkan fase terdispersi dan medium pendispersi terdapat delapan sistem koloid, yaitu busa/buih, busa padat, aerosol cair, emulsi, emulsi padat, aerosol padat, sol, dan sol padat. Busa atau buih adalah sistem koloid dengan fase terdispersi gas dan medium pendispersi cair. Contoh: krim, busa sabun. Busa padat adalah sistem koloid yang terjadi jika gas terdispersi dalam medium padat. Contoh: batu apung, karet busa. Aerosol adalah sistem koloid yang terdiri atas fase terdispersi padat atau cair dalam medium pendispersi gas. Contoh: kabut, awan, asap, debu. Sol adalah sistem koloid yang terdiri atas fase terdispersi padat dalam medium pendispersi cair. Contoh: cat, kanji, tinta. Emulsi adalah sistem koloid dari dua macam cairan yang tidak saling melarut. Contoh: susu. Jika kita memperhatikan segelas susu, cairan ini berwarna putih merata, tetapi akan terlihat gumpalan-gumpalan berwarna putih bila susu menjadi basi. Dalam susu, lemak terpecah-pecah menjadi butiran-butiran kecil yang menyebar di seluruh cairan tersebut. Koloid memiliki sifat-sifat: 1) Berhubungan dengan optik a) Efek Tyndall yaitu peristiwa penghamburan cahaya oleh partikel-partikel koloid. b) Gerak Brown yaitu gerak lurus ke segala arah yang ditunjukkan oleh partikel-partikel koloid. 2) Berhubungan dengan kelistrikan Elektroforesis yaitu bergeraknya partikel-partikel koloid karena pengaruh medan listrik. 3) Berhubungan dengan sifat permukaan Adsorpsi yaitu peristiwa melekatnya partikel zat pada permukaan partikel zat lain. Koagulasi adalah peristiwa pengendapan koloid yang dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: 1) cara fisika: pemanasan, pendinginan, pengadukan, dan pengubahan tekanan 2) cara kimia: penambahan zat elektrolit Koloid pelindung adalah koloid yang bersifat sebagai pelindung koloid lain. Kestabilan koloid disebabkan adanya muatan listrik di permukaan partikel koloid dan adanya fase terdispersi yang afinitasnya lebih tinggi daripada medium pendispersi. Dialisis adalah proses untuk menghilangkan ion-ion pengganggu kestabilan koloid. Berdasarkan afinitas fase terdispersi terhadap medium pendispersisol dibagi menjadi dua: sol liofob yaitu tidak suka pada air dan sol liofil yaitu suka pada air. Koloid dapat dibuat dengan dua cara yaitu cara kondensasi dan cara dispersi. Cara kondensasi dilakukan dengan mengubah partikel larutan sejati menjadi partikel koloid. Cara kondensasi ini dibagi menjadi dua: 1) cara kimia yaitu dengan hidrolisis, reaksi oksidasi-reduksi, dan pengenceran 2) cara fisika yaitu dengan mengubah pelarut dan pendinginan Cara dispersi dilakukan dengan cara mengubah partikel kasar menjadi partikel koloid. Cara dispersi dapat dilakukan dengan cara mekanik, busur Bredig, dan peptisasi.
|